Tiga Hak Dasar Anak yang Menentukan Masa Depan Indonesia

hak dasar anak

Pendidikan Indonesia sejatinya tidak hanya berbicara soal kurikulum dan teknologi, tetapi juga tentang pemenuhan hak asasi manusia sebagai fondasi paling mendasar bagi masa depan generasi.

Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi fondasi bagi keberlanjutan suatu bangsa, sementara hak atas pendidikan merupakan bagian penting dari hak asasi manusia yang menjembatani potensi individu dengan kemajuan bersama. Namun, pemenuhan hak ini tidak cukup diukur dari akses terhadap sekolah dan buku, karena keberhasilan belajar sangat ditentukan oleh tiga hak dasar lainnya yaitu hak atas gizi, hak atas udara bersih dan lingkungan yang sehat, serta hak atas rasa aman, yang menjadi fondasi paling krusial dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hak atas Gizi sebagai Fondasi Konsentrasi dan Kesehatan Anak

Setiap hari, masih banyak anak di Indonesia yang berangkat ke sekolah dalam kondisi lapar karena keterbatasan ekonomi keluarga. Data menunjukkan sekitar 41% anak tidak sarapan sebelum sekolah, dan kondisi ini langsung berdampak pada kemampuan mereka untuk berkonsentrasi dan menerima pelajaran. Padahal, pemenuhan gizi merupakan bagian penting dari hak asasi manusia yang mendasar.

Gizi yang cukup dan seimbang sangat menentukan perkembangan otak dan kemampuan belajar anak. UNICEF mencatat bahwa stunting dan kekurangan gizi masih menjadi masalah nasional yang memengaruhi konsentrasi, daya tahan tubuh, serta prestasi akademik anak di sekolah. Anak yang kekurangan gizi lebih rentan sakit dan tertinggal dalam proses belajar.

Sebuah studi menunjukkan bahwa kekurangan berat badan dapat menurunkan prestasi akademik hingga 68%. Program Makan Bergizi Gratis dan penyediaan kantin sehat di sekolah menjadi langkah nyata dalam pemenuhan hak asasi manusia terkait gizi. Ketika hak atas gizi terpenuhi, anak memiliki energi yang cukup untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah.

Hak atas Udara Bersih dan Lingkungan Sehat

UNICEF menegaskan bahwa udara bersih dan lingkungan yang sehat merupakan bagian dari hak anak, tetapi aspek ini sering terabaikan dalam pembahasan pendidikan. Padahal, kualitas udara yang buruk terbukti berdampak langsung pada proses belajar siswa, seperti:

  1. Menurunnya motivasi belajar
  2. Masalah pernapasan
  3. Reaksi alergi
  4. Penurunan kondisi mental
  5. Mengurangi konsentrasi
  6. Penurunan kemampuan kognitif

Sebuah studi menunjukkan bahwa tingginya kasus ISPA pada anak sekolah berkaitan erat dengan kualitas lingkungan di dalam kelas, karena sebagian besar waktu belajar dihabiskan di ruang tersebut. Udara yang buruk meningkatkan risiko sakit dan membuat anak sering kehilangan kesempatan belajar. Langkah sederhana seperti memperbaiki ventilasi silang dan melakukan penghijauan sekolah dapat menjadi upaya nyata untuk memenuhi hak anak atas lingkungan belajar yang sehat.

Hak atas Rasa Aman agar Belajar Optimal Tanpa Ketakutan

Rasa aman merupakan fondasi ketiga dari hak dasar anak. Pasal 28B ayat 2 UUD 1945 menegaskan bahwa setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Tanpa rasa aman, baik secara fisik maupun emosional, kondisi psikologis anak akan terus berada dalam mode bertahan, sehingga kemampuan untuk fokus, belajar, dan menyerap pelajaran menjadi sangat terbatas.

Mengutip GoodStats, pada tahun 2024 terdapat 573 kasus kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan dengan kategori 42% merupakan kekerasan seksual, 31% perundungan, 11% kekerasan psikis, 10% kekerasan fisik dan kebijakan diskriminatif sebanyak 6%.

Data tersebut menunjukkan bahwa perundungan dan kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius di dunia pendidikan. Pemerintah melalui Kemendikdasmen telah menyiapkan berbagai mekanisme pencegahan melalui penguatan tata kelola, edukasi, serta penyediaan sarana dan prasarana, sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman agar anak dapat belajar dengan fokus, percaya diri, dan berkembang secara sosial emosional.

Bertindak untuk Memenuhi Hak Dasar Anak

Pemenuhan hak dasar anak  bergantung pada aksi kolektif antara guru, orang tua, komunitas, pemerintah, dan siswa itu sendiri. Beberapa langkah konkret meliputi:

  • Sekolah: penerapan kebijakan antiperundungan secara tegas dan menciptakan lingkungan belajar sehat.
  • Orang tua dan komunitas: memastikan anak makan bergizi dan mendapatkan lingkungan yang aman di rumah dan sekitar.
  • Pemerintah: menyediakan fasilitas sekolah yang mendukung hak kesehatan dan keselamatan.
  • Siswa: diajak mengenali hak-haknya dan saling menghormati.

Dengan gerakan bersama, hak-hak dasar anak dapat terpenuhi, sehingga pendidikan menjadi benar-benar inklusif, aman, dan bermutu. Tema Human Rights Day 2025, Human Rights, Our Everyday Essentials, mengingatkan kita bahwa hak-hak dasar anak di sekolah adalah cerminan hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ketika hak-hak ini terpenuhi, kita sedang membangun pondasi masa depan pendidikan Indonesia yang kuat, adil, dan berkelanjutan.

Penulis: Yanti Damayanti

Editor: Astrid Prahitaningtyas

Artikel terkait:

Share :

Related articles