Tips dari Para Guru untuk Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi

Sehat Mental Guru

Ketika diputuskan sekolah harus ditutup di awal pandemi, para guru dituntut segera mencari cara untuk memastikan kegiatan pembelajaran tetap bisa berlangsung dari rumah. Meski sempat membuat stres, beberapa guru mengakui transisi di awal pandemi itu mungkin dibutuhkan, karena mereka bisa istirahat sejenak dari rutinitas di sekolah.

Tapi, seiring minggu berganti bulan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membuat stres yang baru bagi para guru. Mereka harus dengan cepat menguasai pengajaran secara daring, mengatur jadwal bekerja dari rumah dan mengelola komunikasi dengan orang tua murid.

Tantangan ini diperberat dengan perasaan terisolasi karena pembatasan, cemas karena takut terinfeksi virus, kedukaan yang mungkin dialami secara pribadi dan ketidakpastian kapan sekolah akan dibuka kembali.

Jadi, apa yang dapat dilakukan para guru untuk menjaga mental mereka tetap sehat selama pandemi ini? 

  1. Tips dari Januari, Guru SMA “Ikuti saranmu sendiri.”
    Kita selalu menyemangati murid-murid kita, “Merasa bingung dan cemas itu adalah sesuatu yang wajar, jangan khawatir, masa depan kalian akan baik-baik saja, entah apa pun yang sudah terjadi selama pandemi ini.” 

Sangat penting untuk menerapkan saran itu ke diri kita sendiri juga. Mungkin kita merasa hidup kita sempat berhenti karena pandemi. Hal-hal yang sudah kita rencanakan kandas, tapi percayalah walau sulit dan berbeda dari apa yang sudah kita rencanakan, pada akhirnya semua akan baik-baik saja.

Tetap semangat! – dari Januari

  1. Tips dari Pingkan, Guru Musik “Utamakan kesehatanmu.”
    Setiap hari saya mengingatkan diri saya sendiri, “Kamu juga penting!” Ini bukan sikap egois, ini adalah self care atau merawat diri. 

Murid, pekerjaan, pelajaran, penilaian tugas dan banyak hal lainnya adalah penting. Tapi kita tidak bisa melakukan semua hal itu dengan baik sebelum kita sadar bahwa kesehatan kita adalah yang paling penting.

Jadi, lakukan apa yang perlu kita lakukan untuk tetap sehat secara fisik dan mental. Luangkan waktu untuk diri sendiri dan lakukan sesuatu yang menyenangkan. Saya secara pribadi menyempatkan diri untuk jalan pagi selama 20 menit setiap hari dan melakukan afirmasi diri di depan cermin – kamu cantik, kamu dicintai, kamu kuat, dan seterusnya. Hal kecil ini berdampak besar pada kesehatan mental saya dan membantu saya untuk lebih siap menghadapi murid-murid saya dan para orang tua.

Kamu berharga! – dari Pingkan

  1. Tips dari Lani, Guru TK “Sesuaikan ekspektasimu.”
    Karena cara mengajar saat ini sangat berbeda dengan sebelum pandemi. Saya harus menyesuaikan ekspektasi saya terhadap kemampuan murid saya juga kemampuan saya sendiri saat mengajar.

Saya tidak bisa memaksa tetap mengajar dan memberi nilai dengan metode seperti di kelas tradisional. Bahkan cara saya mendisiplinkan murid-murid saya harus diubah. Saya juga tidak boleh menyalahkan diri saya sendiri karena tidak bisa memberikan pengalaman belajar yang sama seperti sebelum pandemi, karena itu tidak masuk akal. Dengan menyadari hal ini, saya lebih bebas dari tekanan dan stres.

Jangan menyalahkan diri sendiri! – dari Lani

  1. Tips dari Tantri, Guru SMA “Berkomitmen dengan jadwal yang kita buat sendiri.”
    Mengajar dari rumah secara daring benar-benar mengubah kebiasaan hidup saya. Orang tua murid merasa saya bisa dihubungi 24 jam dalam seminggu. Penting untuk membuat batasan yang memisahkan waktu kerja dari waktu pribadi kita.

Saya membuat daftar hal-hal yang harus dilakukan pada slot waktu tertentu, misalnya kelas daring. Lalu saya menjadwalkan hal-hal yang perlu dilakukan di waktu yang lebih fleksibel, seperti memberikan penilaian. Setelah itu saya menetapkan waktu saya untuk istirahat, berkumpul bersama keluarga, olahraga, makan dan tidur. 

Mengikuti jadwal seperti ini membantu saya untuk tetap hidup teratur walau saya hanya berada di rumah. Dan hidup teratur membantu menjaga mental dan fisik saya tetap sehat.

Buat batasan! – dari Tantri

Para guru termasuk dalam garda terdepan menuju kenormalan baru. Mereka berusaha membimbing anak-anak kita kembali ke suasana belajar yang familiar sementara kenyataan diluar sudah tidak lagi sama seperti sebelumnya.

Mereka berjuang menghadapi perasaan frustasi dan kewalahan di tengah pandemi sementara harus terus mendidik para murid. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh testimoni para guru di atas, Anda masih bisa menemukan cara untuk mengelola kesehatan mental di tengah pandemi dan mengingatkan diri sendiri bahwa Anda berharga.

Jika Anda telah mengambil langkah untuk mengendalikan stres tapi gejalanya masih berlanjut, Anda bisa menghubungi Bantuan (Konseling Daring Gratis) Psikolog Klinis Covid-19 dan mencari bantuan dari tenaga ahli untuk mengatasinya.

Penulis: Septika Rini

Tonton webinar terkait : Bagaimana Kesehatan Mental Guru Sekarang?

Share :

Related articles