Liputan Langsung Festival Komunitas belajar.id 2022 “Bangkit Bersama belajar.id” 1 November 2022

20:00 Penutupan hari keenam Festival Komunitas belajar.id

Dengan demikian hari keenam Festival Komunitas belajar.id selesai. Banyak sekali wawasan baru yang didapat di hari keenam. Dimulai dari teknik mempersiapkan pembelajaran berbasis proyek dengan belajar.id di jenjang SMA hingga kisah-kisah seru dari para Mentor dan Mentee Google Master Trainer.

Hari ketujuh Festival esok juga menjanjikan energi dan semangat yang sama, dan tim di balik Liputan Langsung ini menantikan sesi-sesi yang tidak kalah seru dari sesi hari ini.

Anda masih dapat mengikuti rangkaian acara Festival berikutnya!

Jadwal acara: https://bit.ly/jadwalfestivalbelajarid

Subscribe Google Calendar: https://bit.ly/subfestivalbelajarid

______________________________________________________________________________

20:15 Meet and Greet selesai.

20:13 Doni Riadi: Dari level 1 ke level 2 akan baik jika ada jeda. Karena bisa mengakrabkan diri dan mengkulturkan diri dalam pola pembelajaran digital dengan pengetahuan di level 1. Jadi ketika masuk ke level 2, tidak perlu ada persiapan khusus. 

20:11 Dodik Hariyadi: Materi seputar aplikasi utama Google Workspace for Education (GWFE). Tapi materi di level 2 adalah kombinasi aplikasi, tidak ada materi yg benar-benar baru. Materi di level 3 terkait menjadi trainer, menyelenggarakan pelatihan, dll. Aplikasi di Google banyak sekali karena ekosistem yang membangun dunia. Kalau lihat ke bawah memang banyak sekali aplikasinya.

20:06 Wahidin: Di Google Workspace ada banyak aplikasi lainnya. Aplikasi apa lagi yang tersembunyi dan bisa digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)? Apakah ada kisi-kisi ke depan untuk sertifikasi selanjutnya dan materi apa yang harus dipersiapkan untuk dibaca-baca dari sekarang?

20:05 Gusman Adi: Harap cek Google Classroom. Ada template yang bisa disalin dan bisa diterbitkan sendiri. Yang menandatangani adalah Ibu Rika sendiri.

20:05 Dodik Hariyadi: Maksudnya, sertifikat peserta yang diimbaskan, coach.

20:04 Gusman Adi: Bagi peserta yang sudah mengikuti hingga pengimbasan, lulus atau tidak akan diminta mengisi Google Forms. Nama-nama tersebut akan diteruskan kepada Pusdatin untuk dibuatkan sertifikat partisipasi. Peserta yang terlambat mengisi tidak akan dapat sertifikat partisipasi.

20:02 Rika Damayanti: Apakah pengimbasan mendapatkan sertifikat dari REFO?

20:01 Doni Riadi: Tugas inti Kapten dan Ko-kapten adalah belajar.id walau dalam perjalanannya banyak tugas tambahan. Menjadi mentor juga harus terus belajar. Kapten adalah tugas sementara, mentor adalah spirit belajarnya.

19:59 Dodik Hariyadi: Mentor dan mentee adalah bagian dari program Google Master Trainer (GMT). Kapten dan Ko-kapten adalah lulusan GMT. Yang memilih adalah REFO dan Pusdatin. Kapten tidak bisa bergerak sendirian, karena itu Kapten akan memilih timnya yang disebut Ko-kapten. Jika daerah Ibu belum ada Ko-kapten, Ibu bisa mengajukan diri ke kaptennya.

19:56 Wasriati Sari Dewi: Di Pematang Siantar kebetulan tidak ada mentor, sehingga saya pilih mentor dari daerah Asahan. Sayangnya saya tidak bisa ikut pertemuan luringnya. Pangkat Kapten dan Ko Kapten itu dari siapa? Bagaimana cara pemilihannya? Mentor dan Mentee itu apa?

19:54 Doni Riadi: Diniatkan dulu, dan selesaikan sampai lulus level tertinggi. Jangan hanya coba-coba. Ada mentor, tapi jangan bergantung karena mentor bukan penentu kelulusan. Penentu kelulusan adalah diri kita sendiri.

19:54 Dini Retno Susilowati: Yang penting semangat dan mau belajar.

19:53 Dodik Hariyadi: Tidak boleh ragu. Apalagi sekarang ada program mentor mentee. Ikuti terus Instagram REFO untuk pendaftaran, begitu dibuka, segera daftarkan diri Anda.

19:52 Gusman Adi: Apakah ada kiat agar rekan-rekan yang ikut program Google Master Trainer bisa lulus dan mendapatkan sertifikasi internasional?

19:52 Agung Budi Raharjo: Jangan berpikir bawah pelatihannya akan susah. Yang penting mau tahu dulu tentang Google Workspace for Education (GWFE). Asyik, kok.

19:50 Imam Subehi: Info juga bisa didapat dari media sosial. Dalam pelatihan ada teori dan praktek, ada checklist kemampuan yg sudah kita miliki, lalu ada try out ujian dan ujian yang sudah tersistem. Semakin sering menggunakan alat-alat Google, akan lebih mudah mengikuti ujian Google Certified Educator (GCE).

19:49 Bibit Sri Rahayu: Info bisa didapat dari mentor sendiri. Setiap hari Sabtu selama 1 bulan mengikuti pelatihan. Lalu ada ujian praktek dan teori setiap minggu. Setelah itu kita harus melakukan pengimbasan minimal untuk 50 orang sebagai syarat ikut ujian. Ujian pun sudah dibekali simulasi, dan soalnya berkaitan dengan pemanfaatan Google Workspace for Education (GWFE).

19:48 Maryam Ketherina Djahilah: Apakah bisa dibagikan info seputar program GMT dan tip untuk mengikuti ujiannya?

19:45 Dodik Hariyadi: Siswa kelas 7 dan 8 sudah bisa dibimbing untuk mengajukan sendiri akun mereka. Kecuali jika menginginkan pengajuan massal, harus membuat surat, ini bisa dilakukan oleh admin atau kepala sekolah.

19:44 Gusman Adi: Untuk akun siswa bisa diajukan secara massal. Tapi pastikan data di Dapodik sudah diperbaharui.

19:44 Surya Maruli P. Pardede: Jika memakai akun guru untuk mengambil alih tugas admin, apakah bisa untuk pengajuan data murid ini menggunakan akun guru? Kenapa Akun belajar.id untuk kelas 7 dan 8 belum terbit juga?

19:43 Dodik Hariyadi: Ada menu terbaru untuk reset password di laman belajar.id. Kita bisa reset password secara mandiri untuk akun admin di laman belajar.id. Password baru akan dikirim ke email atau nomor handphone yang ada di data Dapodik. Pastikan data-data di laman tersebut sudah diperbaharui.

19:41 Doni Riadi: Belakangan ini, pengajuan data Akun belajar.id tidak lagi melalui laman PD Data. Tapi sudah dialihkan ke sistem ticketing satu pintu di laman belajar.id.

19:40 Surya Maruli P. Pardede: Kenapa Akun belajar.id untuk siswa kelas 7 dan 8 tidak ada? Kenapa data yang ada di konsol admin hasilnya berbeda dengan di PD Data? di layarnya hanya ada error 404.

19:39 Di dalam ruang Google Meet telah berkumpul 36 orang pemirsa dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan dipandu oleh Gusman Adi dari REFO, semua yang hadir tampak bersemangat untuk mengikuti acara Meet and Greet dengan Doni Riadi (Ko-kapten belajar.id Kota Semarang, SD Alam Ar Ridho), Imam Subehi, S.Ag., MSI. (Guru SMA Negeri 1 Pangkah), Dodik Hariyadi, S.Pd.SD (Guru Kelas SDN 7 Kampungdalem Tulungagung), Bibit Sri Rahayu (Guru kelas SDN 2 Kedungsoko), Dini Retno Susilowati, S.Kom (Guru Informatika SMA Negeri 4 Purworejo) dan Agung Budi Raharjo (Guru SMA Negeri 3 Purworejo) 

19:38 Sesi webinar selesai.

19:32 Gusman Adi menutup sesi, dengan mengumumkan rangkaian lanjutan acara Festival Komunitas belajar.id 2022, dan mengajak pemirsa untuk mendaftarkan komunitasnya di Platform Merdeka Mengajar melalui laman situs https://guru.kemdikbud.go.id/komunitas/daftar

Tidak lupa ia juga mengumumkan bahwa penilaian untuk Daerah Jawara 2022 akan ditutup pada tanggal 7 November 2022.

19:31 Imam Subehi: Karena saya ingin belajar tentang Google dan fitur-fiturnya yang bisa saya manfaatkan untuk pembelajaran.

19:31 Agung Budi Raharjo: Karena saya tidak mau kalah dari guru-guru senior seperti Pak Doni dan Bu Dini. Mereka sangat bersemangat dalam belajar, masa saya tidak?

19:30 Bibit Sri Rahayu: Karena saya ingin lebih menguasai tentang implementasi TIK di pembelajaran.19:30 Gusman Adi: Apa yang membuat rekan-rekan Mentee mau ikut GMT?

19:27 Agung Budi Raharjo “Mengikuti Program Google Master Trainer (GMT) Membuat Saya Merasa Berguna dan Bisa Menginspirasi”.

Agung Budi Raharjo berkata, setelah mengikuti Program Google Master Trainer (GMT) ia merasa berguna. Paling tidak ia bisa menginspirasi rekan-rekan gurunya bahwa Purworejo itu bisa lebih baik daripada kabupaten lainnya. 

Ia juga mengikuti Komunitas Banyumas Calakan, di mana guru-guru yang tergabung di dalamnya secara mandiri membangun diri mereka sendiri. Ini membakar semangatnya untuk terus berusaha agar Purworejo itu bisa lebih baik lagi.

19:23 Dini Retno Susilowati, S.Kom: “Membuka Lahan di Purworejo Bersama Para Mentee”.

Bersama dengan para instruktur yang pernah dibina olehnya, Dini Retno Susilowati dengan istilah “membuka lahan” berusaha memperjuangkan Purworejo dari keterpurukan dengan meningkatkan kompetensi digital para guru di sana.

Salah satunya adalah kolaborasi 3 mentor di Purworejo bersama para mentee dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dalam mengadakan pelatihan untuk para instruktur kabupaten.

19:17 Bibit Sri Rahayu: “Mindset Saya Terbuka Setelah Mengikuti Program Google Master Trainer (GMT)”.

Walaupun pada saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Bibit Sri Rahayu sudah membuat video pembelajaran dan diunggah di YouTube, tapi ia termasuk salah satu guru yang kontra dengan pemanfaatan atau pengintegrasian teknologi di dalam pembelajaran, khususnya untuk siswa SD. Karena ia berpikir, gadget yang diberikan kepada anak SD hanya akan dimanfaatkan untuk bermain games atau ke hal-hal lain yang negatif. Namun setelah mengikuti Google Master Trainer (GMT) ia mengakui mindset-nya jadi berubah. Ternyata dengan teknologi, ia bisa mengajak siswa bermain sambil belajar di kelas. 

Bibit Sri Rahayu lalu membagikan foto-foto kegiatan saat ia melakukan pengimbasan.

19:10 Dodik Hariyadi, S.Pd.SD: “Program Mentor Memberikan Banyak Teman-Teman Mentee untuk Bekerja Sama Dalam Hal Aplikasi belajar.id”.

Ketika Google Master Trainer (GMT) membuka kesempatan untuk para alumninya untuk menjadi mentor di tahun 2022 ini, Dodik Hariyadi mendaftarkan diri untuk mencari teman dalam hal pengaplikasian akun belajar.id, karena selama ini dia single fighter sebagai satu-satunya Google Certified Trainer (GCT) di Kabupaten Tulungagung. Dan ia mendapatkan 51 mentee untuk GMT Level 1, 29 mentee untuk GMT Level 2 dan 11 mentee untuk GMT Level 3.

Ia berkata bahwa sebenarnya ia tidak terlalu banyak mengajari teman-teman mentee ini, tapi ia selalu berusaha untuk memberikan semangat dan terus berbagi. Salah satu caranya adalah dengan membagikan kolase foto dari teman-teman mentee yang hadir di dalam sesi webinar ke dalam grup agar bisa terus saling memotivasi agar tidak malas menjalani program Google Master Trainer (GMT) ini hingga selesai.

Sebagai mentor Dodik Hariyadi aktif dalam mendampingi teman-teman mentee untuk melakukan pengimbasan. Ia juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan agar pengimbasan bisa dilakukan dalam skala besar.

19:04 Imam Subehi, S.Ag., MSI.: “Motivasi dan Bimbingan dari Para Mentor Sangat Menolong Mentee menjalani program GMT”.

Imam Subehi mengawali kisahnya dengan mengemukakan alasan mengapa ia memilih Doni Riadi sebagai mentornya padahal mereka tinggal di kabupaten yang berbeda. Ia mengaku terkesan melihat Doni Riadi, yang saat itu masih seorang pengajar praktek, rela melakukan kunjungan dari Semarang ke Banyumas yang berjarak kurang lebih 250 KM hanya dengan mengendarai sepeda.

Imam Subehi mengatakan bahwa keberadaan mentor sangat membantunya ketika menjalani kegiatan Google Master Trainer (GMT). Ia terus dimotivasi dan diberikan bimbingan sehingga yang semula terasa begitu berat jadi bisa dijalani dengan lebih ringan. Terutama ketika ia tidak lulus ujian hanya karena kurang 2 poin. Tanpa dukungan dari mentor, mungkin ia tidak akan mencoba lagi dan lulus program GMT Level 1.

18:52 Doni Riadi: “Ingin Mewakafkan Diri untuk Meningkatkan Kualitas Guru-Guru dengan Potensi yang Dimiliki”.

Doni Riadi mengatakan bahwa banyak hal yang berubah di Google Master Trainer (GMT) sejak keterlibatannya di akhir tahun 2020. Selain program mentor dan mentee yang baru diadakan tahun ini, ritme kerja GMT pun jadi semakin cepat. Sejak bulan Juli hingga November tahun 2022 ini saja sudah ada empat perhelatan GMT yang dilakukan.

Ada tujuh orang mentor di Kota Semarang. Doni Riadi menyebutkan bahwa mereka sepakat untuk menggunakan sistem kolaborasi untuk mencegah terjadinya gesekan di lapangan karena adanya kesamaan audiens dan segmentasi untuk pengimbasan. Tujuh orang mentor ini yang semula bekerja sama menjadi perintis atau penggerak belajar.id di Kota Semarang kelak turut serta dalam mengaktifkan dan mengelaborasi Platform Merdeka Mengajar sebagai narasumber secara bergantian.

Doni Riadi berpesan untuk rekan-rekan guru yang baru ikut program GMT untuk hadir di pertemuan perdana baik luring maupun daring karena di situlah titik pertama mental dan semangat peserta dibangun hingga berhasil mencapai garis akhir. Berdasarkan data statistik yang ia kumpulkan, hampir semua peserta GMT yang tidak hadir pada pertemuan perdana tidak berhasil sampai mengikuti ujian atau gugur.

Ketika Gusman Adi menanyakan apa yang membuat Doni Riadi mau menjadi mentor padahal program ini adalah program sukarela atau tanpa bayaran. Doni Riadi mengatakan bahwa ia ingin mewakafkan dirinya untuk meningkatkan kualitas guru-guru di Kota Semarang dan sekitarnya lewat jalur yang ia kuasai sesuai dengan potensi yang ia miliki.

18:43 Direktur Guru Pendidikan Dasar Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A. mengatakan bahwa salah satu capaian penting peradaban manusia di abad ke-21 adalah lahirnya teknologi digital yang merubah pola kerja, cara belajar dan berkomunikasi menjadi lebih mudah dan efisien. Sesuai arahan Pak Presiden, Kemdikbudristek RI telah melakukan langkah besar dalam tiga tahun ini dalam melakukan transformasi digital di bidang pendidikan. 

Untuk menuju transformasi digital ada dua hal utama yang harus dipastikan dan tidak dapat dipisahkan, yaitu: 

  1. Kompetensi Digital, yang terkait dengan sumber daya manusianya. 
  2. Penggunaan Digital, termasuk teknologinya.

Kompetensi digital ini dapat diakselerasi melalui ekosistem teknologi pendidikan. Rancangan sejumlah platform dalam ekosistem tersebut mampu menjawab kebutuhan. Salah satunya adalah Platform Merdeka Mengajar yang menemani bapak dan ibu guru dalam mengajar, belajar dan berkarya. Untuk mengaksesnya kita menggunakan Akun belajar.id sebagai single sign-on.

Teknologi yang digunakan dalam belajar.id, yaitu Google Workspace for Education, telah dirasakan manfaatnya oleh para guru. Kemendikbudristek RI mengapresiasi Google Indonesia yang telah menjalin kerjasama dan mendukung program tersebut. 

Program Google Master Trainer atau GMT, didukung oleh Google dan REFO juga telah banyak membantu guru untuk mengeksplorasi teknologi dalam belajar.id. Kemendikbudristek juga ingin mengapresiasi sebagian besar alumni GMT yang telah terpilih menjadi para kapten dan para mentor yang membantu akselerasi kompetensi digital para guru melalui pengimbasan. 

Akhir kata, Bapak Rachmadi Widdiharto berpesan untuk para guru yang baru akan memulai program Google Master Trainer, agar terus belajar dan tetap bersemangat untuk meningkatkan kompetensi. Juga untuk para guru yang telah lulus agar jangan hanya berhenti di level satu, teruslah belajar hingga level tertinggi. Namun perlu diingat bahwa menyelesaikan level tertinggi bukanlah sebuah titik akhir, melainkan adalah awal dari sebuah perjuangan. Muaranya adalah bagaimana mempersiapkan pelajar Indonesia untuk menjadi generasi emas tahun 2045. Mereka adalah generasi Z dan Alfa dimana teknologi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Dan peran para guru sangat menentukan. Selamat belajar dan selamat mengikuti Festival Komunitas belajar.id 2022 “Bangkit Bersama belajar.id”.

18:30 Mengubah Cara Bekerja Bersama Mentor di Google Master Trainer – Webinar

18:39 Hari ini kita akan mendengarkan kisah-kisah seru dan inspiratif dari para mentor yang menjadi narasumber kita sore hari ini, yaitu: Doni Riadi (Ko-kapten belajar.id Kota Semarang, SD Alam Ar Ridho), Imam Subehi, S.Ag., MSI. (Guru SMA Negeri 1 Pangkah), Dodik Hariyadi, S.Pd.SD (Guru Kelas SDN 7 Kampungdalem Tulungagung), Bibit Sri Rahayu (Guru kelas SDN 2 Kedungsoko), Dini Retno Susilowati, S.Kom (Guru Informatika SMA Negeri 4 Purworejo) dan Agung Budi Raharjo (Guru SMA Negeri 3 Purworejo) 

Yang juga istimewa adalah sesi kali ini akan dibuka oleh Direktur Guru Pendidikan Dasar Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, M.A. dan seperti biasa, dipandu oleh salah satu personel REFO, yaitu Gusman Adi.

_________________________________________

Selamat malam Bapak dan Ibu sekalian. Tentunya kita semua masih bersemangat untuk Bangkit Bersama belajar.id! Seperti biasa, sesi kedua di hari keenam Festival Komunitas belajar.id 2022 disiarkan secara langsung di kanal-kanal YouTube GTK PAUD Dikdasmen, Televisi Edukasi, Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat SMP, Direktorat SMA, Direktorat PMPK, PAUDPEDIA, dan seTARA Daring. 

Kita akan segera menyaksikan keseruan para narasumber berbagi pengalaman mengikuti program Google Master Trainer. Apa yang menjadi tantangan, dan manfaat apa yang mereka peroleh dari program prestisius ini.

Apabila Bapak dan Ibu tidak menyaksikan livestreaming bersama kami malam ini, webinar “Mengubah Cara Bekerja Bersama Mentor di Google Master Trainer” ini tetap dapat disaksikan melalui tautan: http://bit.ly/carakerjagmt

______________________________________________________________________________

16:31 Meet and Greet selesai.

16:28 Christophorus Ardi: Saya coba ringkas pertemuan kita dalam Meet and Greet ini. Yang pertama kita membahas tentang penilaian P5, salah satu pedoman yang bisa kita pakai untuk asesmen adalah fokus pada penguatan karakter. Jadi bukan semata-mata hasilnya harus bagus; menarinya harus bagus, menyanyinya harus bagus.

Kemudian dalam hal pendampingan tim untuk kompetisi. Bu Julia tadi mengatakan bahwa ia berperan sebagai pendamping yang menyempurnakan hasil inspirasi dan kreativitas anak-anak. Jadi bukan sekedar menjadi instruktur, tapi turut mengembangkan apa yang sudah dimiliki anak-anak, agar menjadi lebih baik lagi.

16:23 Asri Saktiyani: Pertanyaan untuk Bu Julia. Bagaimana membentuk tim yang ikut dalam kompetisi, apakah ada seleksi khusus?

Julia Astutik: Kita adakan proses seleksi melalui audisi untuk siswa-siswa kita. Setelah itu kita adakan bimbingan secara intens. Dengan adanya audisi itu kita akan menemukan permata-permata yang memang sudah siap dipoles, jadi kita tidak terlalu berat saat melakukan pendampingan menuju kompetisi. Namun sebagai catatan, sepandai apa pun seorang siswa, jika tidak kita bimbing dengan baik, mungkin mereka tidak akan terpikir ide-ide untuk melakukan kreativitas-kreativitas yang dibutuhkan dalam kompetisi. Karena namanya anak-anak, cara berpikir mereka masih sederhana.

16:11 Beslon Samosir: Seberapa tertantangnya siswa untuk mengerjakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang ditawarkan? Pernahkah diukur? Dan bagaimana mengukurnya?

Asri Saktiyani: Penilaian atau asesmen P5 memang tidak sama dengan akademik. Yang kita nilai apakah siswa kurang berkembang, mulai berkembang, atau sangat berkembang. Kalau siswa-siswa sendiri merasa sangat tertantang dan bersemangat mengikuti P5 ini, karena memang kegiatannya menarik dan disesuaikan dengan bakat dan minat siswa.

16:10 Christophorus Ardi membuka sesi Meet and Greet.

16:08 Meet and Greet kali ini diikuti oleh 20 pemirsa dari berbagai daerah di Indonesia, di mana mereka dapat berinteraksi langsung secara virtual melalui Google Meet dengan Julia Astutik (Guru IPA, Google Certified Educator, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur), Asri Saktiyani (Tim Kurikulum SMAN 9 Bekasi) dan Yuli Nestyaningrum (Kapten belajar.id DIY, SMAN 1 Seyegan), Patricia Rahajeng Anjani Putri Witjaksono (Moderator Direktorat SMA), dan Christophorus Ardi dari REFO. – Meet and Greet

16:07 Sesi webinar selesai.

16:02 Christophorus Ardi menutup sesi.

15:54 Yuli Nestyaningrum mulai presentasinya tentang komunitas yang dipunggawainya, yaitu Komunitas belajar.id DIY.

Yuli menjelaskan bahwa secara periodik ada pendaftaran komunitas di Platform Merdeka Mengajar (PMM). Pendaftaran komunitas dilakukan dengan mengisi Google Forms yang tersedia di bagian “Komunitas”, dan agar pembentukan komunitas tersebut diterima, ada dua tugas yang harus dikerjakan. Tugas-tugas tersebut bisa saja berbeda antara satu gelombang pendaftaran dengan gelombang lainnya. Ia juga menambahkan, bahwa satu orang dapat mendaftarkan hingga maksimal tiga komunitas dalam PMM.

“Kalau saya, waktu itu harus mengerjakan pelatihan mandiri tentang Kurikulum Merdeka dan perencanaan pembelajaran SMA. Tidak sulit, kita hanya tinggal mengerjakan tugas-tugas itu sampai selesai, dan mengunggah Aksi Nyata ke PMM,” terang Yuli Nestyaningrum.

Setelah pendaftaran komunitas tersebut disetujui, pendaftar akan menerima email konfirmasi.

“Keberadaan Komunitas belajar.id ini sangat luar biasa manfaatnya. Bukan sekedar sebagai jembatan untuk saling bertukar informasi, tapi di tengah pesatnya transformasi teknologi pendidikan ini, para pendidik butuh untuk saling menguatkan agar dapat tumbuh mengikuti perkembangan zaman. Agar bisa belajar bersama, belajar sepanjang hayat,” ujar Yuli Nestyaningrum.

Dalam kesempatan ini, Yuli Nestyaningrum juga memaparkan pemanfaatan Akun belajar.id di sekolahnya, yaitu SMAN 1 Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY. Akun belajar.id itu digunakan dalam Pembelajaran DIKOKIMUS (Diferensiasi Kolaborasi Kimia Unsur), yaitu pembelajaran berdiferensiasi, berkolaborasi dalam materi Kimia Unsur.

Karena keterbatasan waktu, Yuli tidak sempat membahas banyak mengenai hal ini. Namun ada video sehubungan hal tersebut yang bisa disaksikan dalam sesi ini.

15:32 Asri Saktiyani mulai presentasi tentang kegiatan-kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang telah dilakukan oleh SMAN 9 Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Asri menjelaskan hal-hal yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan P5 pada Fase E (Kelas X) SMAN 9 Bekasi, sebagai berikut:

  1. Harus didokumentasikan, baik dalam bentuk tulisan, foto, maupun video.
  2. Pengajar membutuhkan wadah yang dapat menampung semua portofolio kegiatan P5 yang terintegrasi dan mudah digunakan.

Dari dua hal tersebut di atas, muncullah ide untuk menggunakan Google Sites sebagai wadah portofolio kegiatan P5. Google Sites adalah salah satu alat Google yang termasuk di dalam Google Workspace for Education, yang didapatkan SMAN 9 Bekasi melalui Akun belajar.id.

Tak hanya menampung portofolio kegiatan, Google Sites juga bisa digunakan untuk mengekspos portofolio tersebut, sehingga dapat dilihat oleh para pemangku kepentingan di sekolah, khususnya orang tua atau wali murid.

“Semoga Google Sites kami ini bisa menginspirasi guru atau sekolah lain untuk memanfaatkan Akun belajar.id atau platform Google Workspace for Education sebagai sarana berkolaborasi yang efektif dan efisien antara sesama rekan guru, antarsiswa, dan juga kolaborasi antara guru dan siswa,” kata Asri Saktiyani.

Asri menjelaskan kegunaan alat-alat yang terintegrasi dengan Google Sites pada portofolio P5 sekolahnya, sebagai berikut:

  1. Google Slides yang digunakan untuk penugasan siswa membuat peta konsep materi per kelompok.
  2. Google Forms dan Google Sheets yang digunakan untuk penentuan minat dan bakat.
  3. Google Classroom yang digunakan sebagai kelas virtual untuk penugasan, presensi kehadiran, membagikan materi dan pengumuman penting.
  4. Google Drive yang digunakan guru dan siswa sebagai sarana penyimpanan foto, video, dan dokumentasi lainnya.

“Kita dapat membuat flyer atau poster digital menggunakan Canva. Kalau mendaftar Canva menggunakan Akun belajar.id, kita bisa mendapatkan akun Canva Premium. Jadi memang Akun belajar.id ini luar biasa manfaatnya,” tambahnya Asri Saktiyani.

Berikut adalah proyek-proyek P5 yang dikerjakan SMAN 9 Bekasi:

Selanjutnya Asri Saktiyani menjelaskan dengan detail proses pelaksanaan proyek P5 di sekolahnya. Kemudian menutup sesinya dengan menampilkan portofolio P5 yang dapat diakses di https://sites.google.com/guru.sma.belajar.id/p5-sman9bekasi.

15:13 Julia Astutik mulai sesinya dengan informasi mengenai definisi proyek, dilanjutkan dengan definisi pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning (PBL).

Dalam presentasinya, Julia membatasi obyek diskusi pada proyek-proyek di mana ia terlibat, baik dalam skala nasional maupun internasional, seperti yang terdapat dalam gambar di atas.

Melakukan bimbingan kepada siswa untuk proyek-proyek kompetisi tidak selalu berjalan mulus. Ada beberapa kendala yang sering dihadapi oleh Julia, antara lain:

  1. Bagaimana koordinasi dengan maksimal?
  2. Bagaimana cara materi dan target penyelesaian proyek?
  3. Bagaimana siswa berkolaborasi dalam menyelesaikan proyek? Kolaborasi diperlukan dalam hal:
    1. Curah ide/pendapat
    2. Desain
    3. Penyusunan anggaran
    4. Penyusunan artikel
    5. Penyusunan presentasi
  4. Bagaimana mengontrol hasil kerja siswa?
  5. Bagaimana penyimpanan dan cara berbagi fail/dokumentasi?

Julia menyampaikan bahwa solusi yang digunakannya dalam mengatasi kendala-kendala tersebut di atas adalah, selain bertatap muka langsung dengan para siswa, ia menggunakan alat-alat dalam Google Workspace for Education yang didapatnya melalui melalui Akun belajar.id. Siswa-siswanya juga sudah sangat familier dengan alat-alat Google tersebut.

Dalam webinar ini, dengan detail Julia menjelaskan solusi untuk mengatasi kendala yang dihadapinya, seperti yang disebutkan di atas, yaitu:

  1. Google Classroom untuk penugasan
  2. Google Cendekia, Google Meet, Google Docs, dan Google Forms untuk melakukan curah ide/pendapat dan survey
  3. Google Jamboard untuk pembahasan dan desain
  4. Google Sheets untuk penyusunan anggaran dan membuat grafik
  5. Google Docs dan Google Cendekia untuk penyusunan artikel
  6. Google Slides untuk penyusunan presentasi

Dengan alat-alat Google itu juga Julia dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja para siswa yang terlibat. Karena alat seperti Google Docs, Google Sheets, Google Slides, dan sebagainya itu memiliki fitur version history, di mana Julia bisa melihat siapa saja yang sudah berperan dalam proyek.

Alat-alat Google Workspace for Education dalam Akun belajar.id jelas sangat mempermudah pekerjaan Julia dalam melakukan bimbingan proyek. Dengan efisiensi dan efektivitas yang didapat, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur berhasil menyabet berbagai penghargaan dalam kompetisi-kompetisi, baik nasional maupun internasional, termasuk di antaranya adalah Juara dan Finalis KiHajar STEM 2021, juga Finalis KiHajar 2022, yang kompetisinya masih berlangsung saat ini.

15:01 Christophorus Ardi membuka sesi webinar dengan menyapa para narasumber, dan pemirsa yang menyaksikan melalui berbagai kanal YouTube.

Pemutaran video Festival Komunitas belajar.id yang berisi kegiatan-kegiatan sehubungan dengan Akun belajar.id.

Christophorus Ardi mengajak satuan pendidikan untuk mengaktifkan Akun belajar.id.

Penjelasan singkat tentang Festival Komunitas belajar.id, termasuk jadwal dari rangkaian acara festival.

Pengumuman beberapa lomba berhadiah yang diselenggarakan REFO.

Penulis :

Astrid Prahitaningtyas

Septika Rini

Share :

Related articles